Tanam Bibit Dua Karung Panen Bawang Dua Ton Lebih

  • June 18, 2018
  • Nisa

Abdul Fatah mengungkapkan pengalamannya dalam membudidayakan tanaman pertanian pada lahan yang digarapnya di belakang Mapolres Lembata.

Ditemui di kediamannya di Wangatoa, Kelurahan Selandoro, Minggu (17/6/2018) siang, dia menuturkan, sebelum ke Lewoleba ia merupakan petani di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Di daerah itu saban hari ia menekuni pekerjaan menanam aneka tanaman. Lantaran ingin mengubah hidup, ia pun memutuskan untuk mencari daerah baru. Dan, Lembata merupakan tempat tujuannya. Sejak itu ia meninggalkan kampung halamannya dan merantau ke Lembata.

Di daerah baru tersebut, ia tetap pada pekerjaannya sebagai petani. Sebab hanya itu keterampilan yang ia punyai. Oleh karena itu, ia pun bertani dengan pola seperti yang dilakukannya di kampung halamannya di Bima.

Mula-mula ia tanam sayur-sayuran. Setelah itu jagung dan lainnya. Sejak menanam sayur, hasilnya lumayan baik. Setiap kali memanen sayur pasti laku terjual seluruhnya. Demikian juga saat menanam benih jagung.

"Kami biasa tanam jagung. Satu bungkus jagung itu kami beli dengan harga Rp 150.000. Setelah ditanam dan dipanen, kami bisa dapat uang lebih dari Rp 2 juta. Untuk dapat uang sebanyak itu, doa qunut kami tidak hanya jual jagung muda tetapi direbus dulu baru jual," ujarnya.

Selain itu, kata Abdul Fatah, ia bersama istri Arabiah lalu menanam bawang merah. Hasil juga sangat menggembirakan karena tanam 1 karung (100 kg) mereka bisa memanen 1 ton. Begitu juga tanam benih bawang 200 kg, mereka bisa panen 2 ton bawang.

Di Lewoleba saat ini, katanya, 1 kg bawang merah dijual seharga Rp 35.000/kg. Sedangkan saat menyambut Hari Raya Natal dan Tahun Baru, harganya melonjak mencapai Rp 70.000/kg.