Kenal Dekat dengan tv online Wereng Coklat

  • October 16, 2017
  • mala

Wereng batang coklat punyai beragam nama berdasar pada sifatnya, yakni si kecil yang dahsyat, hama tua, hama laten, serta penebar penyakit virus. Hama padi ini sejak mulai th. 1930 telah jadi masalah dalam produksi beras di Indonesia. Wereng batang coklat termasuk juga ordo Homoptera, subordo Auchenorrhyncha, infra-ordo Fulgoromorpha, famili Delphacidae, genus Nilaparvata, serta spesies Nilaparvata lugens Stal. Wereng batang coklat menyebar luas di daerah palaeartik (China, Jepang, serta Korea), lokasi oriental (Bangladesh, Kamboja, India, Indonesia, Malaysia, Serawak, Taiwan, Thailand, Vietnam, serta Filipina), serta lokasi Australian (Australia, Kepulauan Fiji, Kaledonia, Kepulauan Solomon, serta Papua Nugini) (Baehaki 1993).

Sekarang ini, wereng batang coklat sudah jadi hama global (the very important global pest). Pada th. 2010, terkecuali Indonesia, hama ini menyerang pertanaman padi di China, Vietnam, Thailand, India, Pakistan, Malaysia, Filipina, Jepang, serta Korea. Wereng batang coklat adalah hama laten yang sukar dideteksi, akan tetapi keberadaannya senantiasa meneror stabilitas produksi padi nasional.

Di Indonesia wereng batang coklat jadi popular dengan sebutan hama “eksekutif, legislatif, serta yudikatif”. Dimaksud hama eksekutif karna tiap-tiap ada ledakan wereng batang coklat bakal menyibukkan serta mengambil alih tv online saat beberapa pemimpin tingkat pusat hingga daerah untuk mengaturnya. Dimaksud hama legislatif karna banyak anggota DPR mempertanyakan kemampuan eksekutif berkaitan menyusutnya produksi beras karna serangan wereng batang coklat, serta dimaksud hama yudikatif karna hanya satu hama yang menghindar pemanfaatan insektisida lewat Instruksi Presiden No. 3 th. 1986.

Perubahan wereng coklat memanglah gemilang cepat. Perubahan populasi wereng coklat pada keadaan makanan tanpa ada batas ikuti kesamaan eksponensial Nt = N0e 0, 103t, yang mana Nt = populasi pada kala ke-t, N0 = populasi awal, t = saat (hari), serta e = bilangan basic logaritma, 2, 7183. Berdasar pada kesamaan itu jadi sepanjang 70 hari satu ekor induk betina bisa hasilkan anak betina sejumlah 1. 353 ekor serta sepanjang tiga bln. bakal hasilkan 10. 615 ekor anak betina. Di beda pihak, pemeliharaan sepasang wereng makroptera imigran sepanjang 60 hari hasilkan keturunan sejumlah 15. 000 ekor pada generasi ke-3 serta mengakibatkan puso.

Serangan wereng batang coklat di lapangan berfluktuatif, mulai enteng hingga menjangkau puncak perubahannya sementara berlangsung ledakan yang mengakibatkan puso/mati terbakar (hopperburn). Wereng batang coklat menyerang segera tanaman padi dengan menghisap cairan sel tanaman hingga tanaman jadi kering. Serangan tidak langsungnya yakni wereng bisa mentransfer tiga virus yang beresiko untuk tanaman padi, yakni virus kerdil hampa, virus kerdil rumput type 1, serta virus kerdil rumput type 2.

Bae serta Pathak (1970) memberikan laporan kalau pemeliharaan nimfa wereng batang coklat 100 serta 200 ekor sepanjang 3 hari pada tanaman padi TNI berusia 25 hari sesudah tanam (HST) bakal turunkan hasil semasing 40% serta 70%. Apabila nimfa dijaga pada tanaman padi TNI usia 50-75 HST, hasil bakal alami penurunan masingmasing 30% serta 50%. Setelah itu, Baehaki (1985) memberikan laporan kalau tanaman padi Pelita I/1 yang terinfeksi 1, 23 ekor wereng batang coklat sepanjang pertumbuhannya bakal alami penurunan produksinya 21-28, 9%. Apabila sepanjang perkembangan tanaman padi Pelita I/1 ada 44, 12 ekor wereng coklat jadi produksi bakal alami penurunan 54, 6-59, 1%. Pada 2010 sementara berlangsung serangan wereng batang coklat imigran 15 ekor/rumpun pada tanaman usia sebulan, dalam 10 hari tanaman jadi puso. (Prof. Baehaki).