Ketika harga tiket pesawat lion air Anak harga tv led samsung anak Muda Bertani

  • October 13, 2017
  • sudrajats

Sempat jalan-jalan ke Candi Sukuh atau air terjun Jumog di lokasi lereng Gunung Lawu? Bila sempat, bermakna kawan muda sudah bertandang ke Desa Berjo, satu desa di Kabupaten Karanganyar. Desa Berjo yang bersebelahan dengan kecamatan Tawangmangu di samping Selatan serta rimba Lawu di samping Timur ini mempunyai banyak potensi alam ataupun website histori yang mungkin untuk jadikan tujuan wisata. Ditambah sekali lagi terhitung mulai sejak awal th. 2017 ada hal baru yang menarik di desa ini terkecuali wisata-wisatanya harga tv led samsung yang memanglah telah populer. Bangunan greenhouse simpel memiliki ukuran 15×5 mtr. dengan penutup mulsa plastik UV serta tanaman selada yang hijau dan fresh itu sudah berhasil mengambil perhatian baik orang-orang sekitaran atau wisatawan yang tidak berniat lihat saat bertandang. Hydroculture, demikianlah nama yang didapatkan oleh ke-3 pemrakarsa greenhouse itu yaitu Septian Agung Wijayanto, Wahyu serta Wisnu.

Mendobrak Rutinitas Lama

Perlu keberanian yang cukup besar untuk membuat greenhouse di pedesaan yang sebagian besar petani masih tetap memakai tehnik bertanam tradisionil. Hal itu disadari oleh Septian Agung Wijayanto atau yang akrab di panggil Septian,

“Awalnya sedikit kesulitan mengenalkan tehnik bertanam yang baru di dalam sebagian besar petani yang masih tetap memakai langkah lama untuk bercocok tanam. Tidak sedikit petani yang menyangsikan tanaman hidroponik kami. “, ungkap pria yang lahir pada 7 September 1994 yang lalu ini. “Apa dapat Mas, menanam sayuran di air? Apa tidak becek? “, tutur Septian menirukan ejekan petani yang diterimanya.

Tetapi kenyataannya hal itu tidak buat mimpinya surut demikian saja. Telah lama memanglah Septian yang disebut lulusan Tehnik Pertanian UGM ini mempunyai hasrat membudayakan bertanam dengan cara hidroponik. Dengan bekal bebrapa basic pengetahuan yang dipelajari di bangku perkuliahan, Septian mulai wujudkan beberapa inspirasi di kepalanya dengan mengajak Wisnu serta Wahyu untuk membantunya merakit instalasi greenhouse.

“Kami bertiga memiliki hoby yang sama, nah dengan argumen tersebut saya ajak mereka untuk menolong mewujudkan inspirasi saya. ”, terang Septian sembari tertawa.

Karena pertolongan Wisnu, pria kelahiran 11 Januari 1996 serta Wahyu, pria kelahiran 20 April 1996, greenhouse pertama mereka pada akhirnya berhasil direalisasikan. Selanjutnya Septian menceritakan kalau pada awalnya greenhouse yang mereka bangun bukanlah terdapat di desa Berjo, tetapi di desa Jenawi Kabupaten Karanganyar. Greenhouse pertama yang mereka bangun pada Oktober 2016 yang lalu itu mempunyai luas 15×5 mtr. dengan tanaman selada jadi komoditas intinya. Sampai pada awal th. lantas, mereka menaikkan satu bangunan greenhouse mereka di desa Berjo atas pertolongan modal dari seseorang dermawan. Saat ini keseluruhan telah dua greenhouse yang Hydroculture kembangkan. Saat di tanya mengapa pilih selada jadi komoditas intinya, Septian menjawab kalau selada terutama type romain butterhead banyak disukai oleh customer selain harga nya yang relatif tinggi.

Instalasi Hidroponik di Greenhouse Punya Hydroculture

Membudayakan Hidroponik

Hidroponik adalah langkah bercocok tanam memakai air jadi medianya. Hidroponik dinilai jadi cara yang efisien dalam bercocok tanam karna terkecuali tidak membutuhkan tanah jadi media pertumbuhannya, hidroponik dapat juga mengefisienkan tempat. Pemakaian air jadi media tumbuh tanaman, pasti memerlukan perawatan atau kontrol spesial pada step budidayanya. Satu diantara langkah untuk mengontrol perkembangan tanaman yaitu dengan membuat greenhouse. Argumen tersebutlah yang dikemukakan Septian serta kawan-kawan dalam membuat greenhouse “Metode greenhouse itu semakin dapat melindungi kwalitas dari tanaman yang dibudidayakan. “. Membudidayakan selada dengan cara hidroponik, Hydroculture mengaplikasikan step budidaya tanaman hidroponik biasanya yaitu pembenihan dengan rockwool, pembibitan, penanaman serta lalu panen. Septian mengakui dalam satu hari rata-rata mereka dapat memanen sampai 5 kg selada fresh serta besar. Hasil panen yang bagus itu lalu jadi bukti untuk beberapa petani yang sempat menyangsikan mereka.

 

“Setelah lihat hasil panen kami yang fresh serta besar-besar, beberapa petani itu jadi saat ini bertanya bagaimana langkahnya. ”, kenang Septian sembari tertawa.

Selada Hasil Panen Hydroculture

Selada hasil panen itu lalu disetor ke pasar-pasar yang berada di Kabupaten Karanganyar dengan harga lima belas ribu per kilonya. Diluar itu mereka juga coba menyetor ke beberapa tempat makan di ruang Karanganyar walau belum juga kontinyu. Di tanya tentang keuntungan yang mereka peroleh, dengan rendah hati serta diselingi tawa Septian menjawab apabila konsentrasi sekarang ini bukanlah menguber keuntungan.

“Belum pikirkan keuntungan karna untuk bebrapa waktu ini masih tetap konsentrasi pengenalan sayur hidroponik ke orang-orang sekitaran dahulu sich. ”, lebih Septian.

“Sesuai namanya, Hydroculture memiliki arti membudayakan hidroponik pada orang-orang sekitaran. Mengapa? Karna kami menilainya, hidroponik punya potensi untuk diperkembang di lokasi desa ini, hingga bisa terdapatnya sayuran maupun komoditas beda yang unggul dengan kwalitas, jumlah dan kontinuitas. ”, ungkap Septian.

Nampaknya usaha mereka untuk menyosialisasikan hidroponik harga tiket pesawat lion air ke orang-orang luas cukup serius, dapat dibuktikan dari aktivitas mereka menyebarkan pengetahuan ke grup tani di desa Mojogedang tiap-tiap satu pekan sekali. Diluar itu, Hydroculture juga memiliki tujuan selanjutnya yakni pelebaran tempat serta pengelolaan tempat memiliki konsep agrowisata.

 

Petani Berdasi

Ada yang menarik saat berkunjung ke akun instagram @hydroculture. id, jargon “Petani berdasi” tidak sempat tidak hadir tertagar pada tiap-tiap tulisan aktivitas Hydroculture. Satu ungkapan kiasan yang mempunyai makna dalam ini sekalian diisi keinginan dari ke-3 pendiri Hydroculture.

“Petani memakai dasi adalah kiasan dengan keinginan petani itu bukanlah satu pekerjaan yang dipandang rendah di kelompok orang-orang, petani adalah pekerjaan yang begitu mulia. “, jawab Septian saat di tanya arti dari jargon andalah itu.

Pada akhir perbincangan, Septian tidak lupa berpesan pada kawan-kawan muda yang lain untuk membulatkan tekad jadi petani. “Dahulu kita telah tidak dapat kuasai tanah air sendiri. Saat ini jangan pernah kita tidak dapat kuasai kehidupan kita sendiri. Mari bertani karna dengan itu kita dapat membuat kehidupan saat ini serta masa datang. ”, seru Septian penuh berharap. Seruan yang membakar semangat!