Bertani Tak Sekedar Produksi

  • October 13, 2017
  • sudrajats

Kata ”Kebunbond” terdengar cukup unik di telinga. Kebunbond datang dari “Kebun” serta “bond”. Kata Kebun Lebih menghadap ke pertanian, sedang “bond” lebih berarti ikatan yang terjadi dari pendirinya. Kebunbond bentukan duo yang berjumpa dibangku perguruan tinggi yang keduanya sama tergerak mengelola pertanian dengan organik. Mereka : Raden Galih Raditya (Galih) serta Fajar Rizki Hamdani (Fajar). Galih adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Hukum Bandung (STHB) serta Fajar yaitu mahasiswa Institut Tehnologi Bandung (ITB). Narasi berawal saat Galih serta Fajar mulai tertarik tentang rencana pertanian organik yang diterangkan oleh Suparwan dari Famorganic. Waktu tersebut mereka mulai sedikit untuk sedikit belajar pertanian. Latar belakang mereka yang bermacam buat mereka mesti extra belajar mengenai pertanian. Hal semacam ini tidak jadi masalah namun tantangan yang seru untuk dikerjakan.

Kebun yang dikelola Kebunbond bermula dari mini kebun seluas 600 m2 di daerah Cihanjuang punya seseorang rekan, tetapi sekarang ini sudah beralih ke daerah Arjasari, Banjaran, Bandung Selatan. Di tempat yang baru ini Galih harga mesin cuci serta Fajar mengajak petani lokal untuk mengelola tempat pertanian. Investasi awal Kebunbond datang dari iuran internal mereka sendiri. Terkumpul tidak lebih dari 2 juta mereka pakai untuk beli benih, pupuk, alat-alat pertanian yang juga akan mereka pakai.

Sempat pertama kalinya Kebunbond banyak menanam cabai serta tomat, waktu panen pertama mereka binggung tidak tau juga akan dikemanakan, akhirnya mereka mensedekahkan hasil panen mereka. “Dari situ kami belajar kalau bertani tidak cuma tentang sistem produksi namun juga hal-hal lain seperti pengemasan, penyimpanan serta pemasaran”, ungkap Galih. Bertani menurut dia tidak cuma sistem menghasilkan saja namun juga berkaitan dengan kompetensi petaninya.

Kebunbond sendiri menginginkan mengaplikasikan rencana pertanian yang berkepanjangan. Mereka mengajak petani untuk bertanam dengan organik, berarti tidak mengunakkan pupuk kimia serta pestisida kimia hingga product hasil pertanian mempunyai kwalitas yang lebih sehat. Mengaplikasikan panen perminggu serta memakai pengendalian hama alami. Selanjutnya mengenai pertanian organik, Fajar serta Galih menerangkan bila Kebunbond mengaplikasikan Prinsip-prinsip Pertanian Organik yaitu Kesehatan, Ekologi, Keadilan serta Kepedulian.

Komoditas yang ditanam oleh Kebunbond unik serta bermacam : wortel Ungu, lobak, Lettuce Iceberg, Kale Nero, Kale Siberian. Dipilihnya komoditas itu bukanlah tanpa ada argumen. Keinginan yang cukup banyak dan harga yang relatif tinggi jadi pertimbangan. Sampai kini mereka memercayakan sistem marketing dengan media sosial serta comunity market, berarti gabung dalam komune untuk membuat jejaring dengan beberapa orang yang memilki maksud sama. Mirip contoh Kebunbond sudah pasarkan product hasil kebun organik mereka pada Se. rasa. Se. rasa adalah warung salad yang membuat makanan sehat dari kebun petani.

Mini store di daerah Arcamanik juga sudah berhasil mereka dirikan untuk mendukung pemasaran product Kebunbond. Tidak cuma di jual di toko mereka, hasil pertanian dari Kebunbond juga teratur di pasarkan di pasar sehat Kota Bandung. Sebut saja Pasar Sehat 1000 Kebun, Pasar Hejo, Pasar Sehat Greeting (Green Charity Running), serta banyak pasar-pasar kecil yang lain. “Kebetulan untuk Pasar Sehat 1000 Kebun itu kami sendiri yang menginisiasi, jadi kami mengajak tetangga sekitaran yang berhobi sama untuk pasarkan hasil pertanian organik mereka”, tutur Galih.

Pengalaman mengelola Kebunbond mulai sejak 2013 akhir, baik Galih ataupun Fajar sudah rasakan benar bagaimana jadi petani. Usaha keras petani dalam sediakan bahan pangan paling baik semestinya pantas diapresiasi. “Di Kebunbond saya belajar banyak, termasuk juga belajar tehnis pertanian seperti buat bedengan, bahkan juga mencangkul”, ungkap Galih yang pernah cidera punggung karna mencangkul ini.

Kebunbond untuk Fajar juga memberi banyak pengalaman, menurut harga printer canon dia sepanjang di Kebunbond, ia senantiasa temukan jalan untuk buat Kebunbond selalu berkembang. Mulai dipertemukannya dengan beberapa orang searah serta mempunyai semangat sama hingga sistem pemasaran hasil pertanian yang senantiasa ada keinginan.

Menurut Fajar, baik bagian Marketing maupun Branding mempunyai peran yang begitu perlu dalam pasarkan hasil pertanian. Diluar itu rencana jualan yang mengajak sharing pengetahuan atau mengajak orang-orang nikmati hasil pertanian segera, juga cukup efisien.

“Karena menyerah itu hal yang mudah, menyerah itu dapat beberapa kelak saja” demikian ungkap Fajar tentang bagaimana panduan anak-anak muda saat menginginkan bergelut di pertanian. Mulai dari taraf kecil dulu, memprioritaskan kwalitas, lalu kreatif dalam pasarkan baik dengan media sosial ataupun off line market serta packaging menarik adalah rangkaian panduan perlu bila membangun start up di bagian pertanian. Wah!