Menanam Padi di Polybag, Hasil Panennya Bagus

  • July 19, 2016
  • mukodimah

Merunut sejarahnya, Agus telah menanam padi menggunakan pot dan polybag sejak tahun 2009 silam. Pada mulanya, ia mengaku hanya sebatas ujicoba sekaligus untuk mengetahui karakter varietas padi. Namun, melihat hasilnya yang luar biasa, Agus kemudian menanam padi di ratusan polybag. Total sudah ratusan varietas yang pernah ia tanam hingga panen. Mulai dari varietas Ciherang, Mugibat, Logawa, Sri Jaya, Merah 85, Ciliwung Bangkok hingga Parikesit.

Dikatakan Agus, dirinya tak sembarangan menilai bagus hasil panen padinya. Ia menghitung detil berapa gram padi yang dihasilkan. Satu polybag, sebaiknya ditanami satu bulir atau batang padi. Hal itu berkaitan dengan keterbatasan asupan makanan yang tersedia. Lebih dari satu batang pun bisa, namun hasilnya tak akan maksimal.

Misalnya satu bulir padi varietas inpari 10, akan menghasilkan 82 anakan. Padahal kalau di lahan persawahan paling banter hanya 50 anakan. Dari jumlah anakan itu akan muncul sekitar 58 malai (batang padi). Jika dipanen, bisa mencapai 120 gram gabah kering panen. Artinya, hasil panen bisa dua hingga tiga kali lipat dari lahan persawahan.

“Jadi pekarangan tak hanya bisa ditanami sayur atau buah. Segala makanan pokok sebenarnya bisa. Tanam padi tidak harus punya sawah,” ujar pemuda lulusan Jurusan Teknik Elektronika Industri SMK 7 Semarang ini.

Soal biaya, dipastikan murah meriah. Harga pot berdiameter 30-35 cm hanya Rp 5 ribuan. Polybag lebih murah lagi, Rp 5 ribu untuk 1 kg yang berisi 50 plastik. Tanah dan kompos bisa mengolah sendiri atau membeli dengan harga kisaran Rp 10 ribu/karung. Jika dikalkulasi dengan pupuknya, per polybag hanya membutuhkan biaya Rp 8 ribu mulai dari tanam hingga panen. Soal hama, tentu lebih minim. Lantaran media sudah steril. Paling hanya burung pemakan biji yang jadi ancaman. Hanya, yang perlu diperhatikan adalah metode penyiramannya.<a href="http://rockyyroad.blogspot.com/" target="_blank">Kumpulan Kata Kata Sms Ucapan Selamat Tahun Baru</a>