Tekanan Inflasi Babel Diproyeksi Meningkat

  • December 11, 2016
  • Salman

Tekanan inflasi di Provinsi Bangka-Belitung diperkirakan masih akan meningkat pada Desember 2016 seiring adanya hari besar keagamaan dan perayaan akhir tahun yang mendorong jumlah permintaan. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Babel, Bayu Martanto, mengatakan tekanan inflasi juga didorong adanya risiko gagal panen yang dialami petani padi akibat musim hujan.

 

“Meningkatnya curah hujan serta adanya gelombang tinggi itu juga membuat terbatasnya aktivitas nelayan di Babel sehingga berpotensi membatasi jumlah pasokan,” katanya dalam siaran pers yang diterima Bisnis,Jumat (9/12).

Oleh karena itu, Bayu menambahkan, bank sentral bersama tim pengendalian inflasi daerah (TPID) akan memperkuat koordinasi antar instansi untuk memitigasi risiko inflasi yang muncul setiap akhir tahun. Dia mengatakan TPID berupaya untuk meningkatkan pasokan bahan pangan dan memperlancar arus distribusi barang.

“Langkah itu penting untuk dilakukan, karena secara historis permintaan akan meningkat pada akhir tahun dan akan mempengaruhi pembentukan harga,” paparnya. Selain itu, Bayu melanjutkan, pihaknya juga melakukan edukasi kepada masyarakat agar bijak dalam berkonsumsi.

Dalam jangka pendek, upaya pengendalian inflasi akan dilakukan melalui implementasi program pasar murah dan koordinasi dengan distributor dan maskapai penerbangan untuk pengendalian harga.

Dia menambahkan TPID Babel juga akan menjadikan roadmap pengendalian inflasi daerah yang telah disusun sebagai acuan dalam penyusunan program kerja dan anggaran. Doa akhir tahun dan awal tahun sebelumnya, indeks harga konsumen (IHK) di Provinsi Babel pada November 2016 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,61% (mtm).

Dengan perkembangan tersebut, Bangka Belitung mengalami inflasi tahunan sebesar 6,61% (yoy) atau sebesar 5,10% (ytd) jika dilihat berdasarkan inflasi IHK secara kumulatif (Januari– November).“Inflasi bulan November lebih disebabkan karena adanya shock yang terjadi pada stok bahan makanan,” kata Bayu.

Selama bulan November 2016, kedua kota sampel inflasi Bangka Belitung mengalami inflasi. Kota Pangkalpinang mengalami inflasi sebesar 0,56% (mtm), berlawanan dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,34% (mtm). Sementara itu, Kota Tanjungpandan mengalami inflasi sebesar 0,70% (mtm) setelah pada bulan sebelumnya mengalami inflasi 0,31%