Bongkar Rahasia Petani Muda Lereng Semeru, Beromset Ratusan Juta

  • October 28, 2019
  • firman

TAK beberapa orang yang memiliki harapan jadi satu orang petani. Terutamanya golongan muda. Bijaksana Eko Maryanto (29), satu diantara sedikit orang yang bercita-cita jadi petani.

“Memilih bertani, sesuai dengan kekuatan yang berada bacaan sholat di wilayah saya sendiri. Pertanian,” narasi Abi-sapaan akrabnya.

Dari situlah, Abi pilih menjadi satu orang petani. Dia akui tidak punyai pengetahuan apa pun tentang pertanian. Hal itu sempat Dia menyayangkan. Ditambah lagi lihat kekuatan di daerah Kecamatan Senduro, Lumajang yang benar-benar baik tempat pertaniannya.

“Ambil kuliah, jurusan saya pertanian. Lebih konsentrasi ke tehnologi produksi benih,” sambungnya.

Kuliah sepanjang 4 tahun ini nyatanya berbuah manis. Abi, sekarang dapat lakukan beberapa uji coba pembibitan, intinya sayur-mayur. Beberapa tanaman yang awalnya tidak terpikirkan dapat tumbuh di highland, nyatanya sukses dibudidayakan.

“Tanaman-tanaman tersendiri yang dapat, kita coba sedikit dahulu, baru jika sukses kita budidayakan yang banyak,” katanya.

Abi akui, sampai kini beberapa petani alami kerugian sebab tanaman yang dibudidaya tidak berhasil. Bisa saja daunnya bagus, tetapi tidak berbuah, atau justru tidak dapat tumbuh sekali.

Sedang yang sampai kini berlangsung, bibit itu langsung ditanam dalam jumlahnya besar. Ini membuat beberapa petani tidak untung. Serta tidak cuma petani, Abi ungkap ada pula pembinaan kurang pas yang dikerjakan dinas berkaitan tentang skema ini.

Lepas dari itu semua, Abi akui bibit serta hasil pertaniannya sekarang terus berkembang. Serta Dia punyai beberapa investor yang mendukung pembibitan ini.

“Ada beberapa investor, swasta. Ya perjuangannya susah agar bisa investor ini,” katanya.

Investor kata Abi betul-betul lihat kekuatan serta dari hasil satu tempat. Pembuktian ini sebagai bekal keyakinan investor. Ditambah lagi bila tanaman yang akan ditest cobakan termasuk masih baru.

Jadi info, ada beberapa sayuran yang ditanam di tempat pertanian punya Abi. Salah satunya sawi, gubis, wortel, cabe. Tanaman ini kata Abi ciri khas masyarakat di Lereng Semeru.

Pria lulusan Pertanian ini selanjutnya coba beberapa tanaman lain. Seperti terong, seledri, zukini sampai semangka kuning. Beberapa buah dan sayur ini hasil uji coba Abi yang telah Dia dalami serta ditest cobakan.

WartaBromo selanjutnya coba mengulik penghasilan pemuda ini. Tetapi Dia malas mengutarakan pendapatan yang Dia temukan sepanjang jadi petani.

“Ya cukup lah,” katanya sekalian tergelak.

Tetapi ada satu sayuran yang Dia kuak mempunyai keuntungan lumayan besar. Tanaman itu yaitu seledri. Sayuran yang tidak diduga dapat berkembang dengan kualitas baik.

Satu kilo seledri kata pria satu anak ini, dapat terjual pada harga Rp 25 ribu. Omsetnya sendiri sampai Rp 30 juta dalam sekali panen di sepetak tempat.

Walau sebenarnya Abi mempunyai minimal 9 Hektar tempat yang menyebar di daerah Senduro serta Yosowilangun. Walau tidak semua ditanami seledri, tetapi beberapa sayuran lain termasuk sangatlah menjanjikan keuntungan besar.

Tentunya mutunya baik, serta telah ada peminangnya, seperti pasar kekinian.

Dapat dipikirkan bukan berapakah penghasilan yang diraup oleh pria 29 tahun ini?

Nah, pemuda asal Kandang Tepus itu saat ini telah mempunyai lebih dari 10 pekerja. Buruh tani itu umumnya telah berumur jauh di atas Abi serta datang dari masyarakat seputar.

Abi mengharap, perjuangan jadi petani dapat sentuh golongan muda untuk ingin menekuni sawah. Tentu saja jadi petani, dengan terlebih dulu belajar mengenai pertanian.

“Tidak perlu gengsi jadi petani, sebab pertanian itu sumber pangan. Jika tidak ada petani, ya petinggi juga bingung, kan?,” ujarnya.