Iklan Terkini

Mencapai Sukses Internet Marketing Berkat Artikel ...

Petani Mengadakan Syukuran

Presiden Minta Petani

Puncak Musim Kemarau bacaan doa Semakin Dekat

  • August 11, 2019
  • ubhe96

Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah bacaan doa IV Makassar memprediksi puncak musim kemarau di Sulsel dapat terjadi terhadap akhir pertengahan Agustus sampai September 2019. Kendati demikian, nyatanya sejumlah kabupaten/kota di Sulsel menjadi dilanda kekeringan layaknya Kabupaten Maros dan Takalar. 

Prakirawan cuaca BMKG Wilayah IV Makassar, Re'kun Matandung, menyebut musim kemarau telah di awali sejak pertengahan bulan Juni lalu. Menurut dia, kabupaten/kota yang memasuki puncak musim kemarau terhadap pertengahan Agustus sampai September tahun ini meliputi lokasi Sulsel bagian barat dan timur.

Dari hasil pengamatan per tanggal 8 Agustus 2019, BMKG merilis knowledge suhu istighfar melalui Stasiun Klimatologi Maros berada dikisaran 21-31 derajat celcius. Sementara Stasiun Meteorologi Hasanuddin berada dikisaran 20-33 derajat celcius. 

Selain itu pengamatan di Stasiun Maritim Paotere antara 20-33 derajat celcius. Di Stasiun Meteorologi Pongtiku Toraja Suhu udara dikisaran 18-29 derajat celcius, dan Stasiun Meteorologi Andi Jemma Masamba dikisaran 24-31 derajat celcius.

"Jadi puncak musim kemarau antar pertengahan Agustus sampai September. Kecuali, lokasi Sulawesi Selatan bagian utara karena masuk kategori lokasi non zona musim. Dimana hampir tiap tiap hari berpotensi hujan. Jadi tidak begitu terbujuk antara musim kemarau dan musim hujan,” kata Re'kun Matandung.

ia melanjutkan berdasarkan knowledge Pengelolaan Citra Satelit Cuaca BMKG, terkandung tiga astaghfirullah jumlah hotspot atau titik panas di lokasi Sulsel. Dampaknya rentan mengalami kebakaran, dengan tingkat kepercayaan lebih dari 80%. Titik panas itu berada di Kabupaten Bone, Luwu Timur, dan Tana Toraja.

Sedangkan di lokasi Kabupaten Maros doa mohon ampun kepada allahterkandung satu hotspot atau titik panas dengan tingkat kepercayaan lebih dari 60%. Khusus Kota Makassar, dia menjelaskan cuaca musim kemarau cenderung normal. 

"Terkait inikan berpotensi kebakaran hutan dan lahan perlu diwaspadai seiring dengan puncak musim kemarau yang dapat kita hadapi bulan ini dan kedepan. Khususnya lokasi kabupaten yang memiliki hutan dan lahan lumayan luas, ya," ujar dia.

Re'kun Matandung mengatakan, puncak musim kemarau ini sanggup berdampak menimbulkan kekeringan. Pengurangan bacaan doa istighfar debut air ini, kata dia, karena tidak adanya hujan terhadap lokasi rawan yang ia sebutkan tadi.

"Dampaknya termasuk terhadap pengurangan debit air karena tidak tersedia hujan, sehingga diimbau untuk pemakaian atau pemakaian air bersih lebih dimanfaatkan sebaik mungkin. Selain itu sanggup berdampak terhadap kesegaran terkait musim kemarau. Dimana rentan terhadap penyakit, layaknya batuk," pungkasnya.