Iklan Terkini

Mencapai Sukses Internet Marketing Berkat Artikel ...

Petani Mengadakan Syukuran

Presiden Minta Petani

Harga Petai niat sholat dan Jengkol Masih Melambung

  • August 11, 2019
  • ubhe96

Walaupun lebaran udah usai tapi harga sejumlah komoditas sayuran di Pasar Sindnagkasih Majalengka, justru kini melonjak tinggi terlebih harga petai dan jengkol yang capai Rp 85.000 per kg, pas harga daging udah mulai normal kembali, walaupun belum sholat tolak balaseluruh pedagang berjualan kembali.

Harga petai mengalami kenaikan yang memadai tajam terhadap H-2 lebaran hingga  capai Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per batang (papan), padahal hari-hari biasa harga petai paling mahal hanya dijual seharga Rp 3.000 hingga Rp 5.000 per papan. Hingga H+3 harga tetap capai Rp 12.500 hingga Rp 14.000 pe papan. Lonjakan harga dianggap dipicu oleh kelangkaan barang pas pembeli memadai tinggi, suasana ini dimanfaatkan betul oleh pedagang petai.

Di Pasar Sindangkasih  sejak menjelang lebaran penjual petai keluar hanya satu-satunya yaitu Ojo yang berjualan emprakan di ujung barat pasar. Dia menjajakan petai seharga Rp 25.000 per papan, saat menjelang habis tinggal beberapa papan dia baru bersedia menjajakan seharga Rp 20.000 per papan. “Hari ini saya habis 500 papan,” ungkap Ojo.

Ojo tidak bersedia menyatakan dari mana memperoleh barang dagangannya rebo wekasan sejak jelang hingga pasca lebaran, saat ditanya hanya menyatakan “jauh”.

Harga petai sebesar itu selalu laris dijual, alasan pembeli, untuk bahan campuran sambal goreng. Atau lebih-lebih ada yang menyatakan suntuk makan konsisten menerus bersama dengan daging. “Teu raos sambel goreng teu ngangg peuteuy mah (Kurang sedap sambal goreng tanpa petai),” ungkap Ika seorang pembeli.

Pedagang lain yang keluar iri bersama dengan apa yang dikerjakan Ojo hingga berkata, “coba pamarentah bisa teu ngendalikeun harga peuteuy,” ungkapnya.

Kenaikan harga yang hingga usai lebaran belum turun juga terjadi terhadap harga jengkol, dua hari menjelang lebaran harga jengkol yang semula Rp 60.000 per kg naik jadi Rp 80.000 hingga Rp  85.000 per kg, padahal stok di pedagang untuk niat sholat tolak bala jengkol keluar ada  walaupun tidak begitu banyak seperti biasanya.

“Pangaosna naek ti dituna, barangna oge kantun sakedik (harganya naik dari sananya, barangnya juga tinggal sedikit),” ungkap Dede keliru seorang pedagang jengkol.

Harga komoditas sayuran yang memadai tinggi adalah bawang daun yang capai Rp 30.000 per kg, kentang Rp 18.000 per kg, kol Rp 10.000 per kg, wortel  Rp 18.000 per kg, buncis Rp 10.000 pee kg. Bawang merah Rp 40.000 per kg, cabe rawit Rp 12.500 per kg.

Malah kenaikan harga terjadi juga untuk kangkung yang umumnya hanya dijual Rp 1.000 per ikat pascalebaran capai Rp 3.000 per ikat untuk eceran. Terkecuali pelanggan spesifik harga per ikat hanya Rp 1.500 .

Sejumlah pembeli yang singgah ke pasar untuk membeli sayuran mengeluh niat sholat rebo wekasan panjang, alasannya seluruh harga naik, agar tidak bisa membeli aneka sayuran dalam kuantitas banyak. “Biasanya kalau ke pasar mempunyai duit Rp 50.000 bisa membeli sayuran banyak, sekarang sedikit sekali,” kata Wati seorang ibu rumah tangga di Cigasong.