Iklan Terkini

Mencapai Sukses Internet Marketing Berkat Artikel ...

Petani Mengadakan Syukuran

Presiden Minta Petani

Produksi Jagung Anjlok, Hasil Panen Pisang Jadi Penolong

  • February 05, 2019
  • firman

Murwanto (40), salah satunya pemilik tempat jagung di Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni, Lamsel, menyebutkan, tempat 1/2 hektare kepunyaannya yang ditanami jagung, diyakinkan alami penurunan produksi. Jagung varietas bisi dengan bibit 6 kampil (30 kg), beberapa tumbuh kerdil dengan tongkol buah tidak optimal.

Hasil panen jagung yang umumnya sampai satu ton, kesempatan ini diperkirakan cuma akan sampai 1/2 ton. Musim hujan yang turun waktu tanaman jagung mulai berbuah, gagal menolong perkembangan. Walau beberapa berbuah, jagung yang semestinya dapat membuahkan dua tongkol cuma membuahkan satu tongkol. Mujur disela-sela batas kebun serta beberapa tempat ditanami pisang.

Tanaman pisang type janten, kepok, raja nangka, muli, ambon, serai, ditanamnya. Panen pisang kesempatan ini dapat membantu Murwanto. Beberapa ratus tanaman pisang dapat dipanen sepuluh hari sekali, untuk penuhi keperluan pengepul di jual kembali pada pasar. “Meski sudah sempat memercayakan tanaman jagung, akan tetapi sebab produksi diyakinkan anjlok karena keadaan cuaca, petani mempunyai komoditas pilihan berbentuk pisang,” jelas Murwanto, Senin (4/2/2019).

1x panen, Murwanto dapat mendapatkan 50 sampai 60 tandan pisang. Panen yalla shoot dikerjakan dengan bergilir. Pisang di jual pertandan sesuaikan macamnya. Harga setandan pisang kepok di jual Rp20.000, raja nangka Rp30.000, muli Rp12.000, pisang janten Rp12.000, seari Rp12.000 serta beberapa type pisang lainnya, rata-rata diatas Rp10.000 pertandan.

Keinginan pisang yang masih tetap konstan, membuat harga pisang ikut juga konstan. Type pisang yang dibudidayakan adalah type pisang buah fresh, dan buah untuk kuliner kolak, pisang goreng, keripik dan makanan memiliki bahan pisang yang lain. “Permintaan pisang fresh sudah sempat bertambah satu pekan lantas, terpenting type Muli untuk perubahan tahun Imlek,” papar Murwanto.

Petani lainnya, yang tertolong oleh panen pisang Yatimin (39), menyebutkan, petani jagung di waktu tanam akhir 2018 diyakinkan tidak untung, karena supply air yang kurang. Masuk awal 2019 tanaman jagung yang telah berbuah, pertumbuhannya kurang optimal.

Walau dikasih pupuk, produktivitas jagung alami penurunan 50 % jika di banding waktu cuaca normal. Tidak hanya jagung, Yatimin pun menanam pisang serta kakao. Tanaman pisang yang teratur berbuah, jadi sandaran pendapatan petani tiap-tiap minggunya. Petani di lokasi itu menurut Yatimin, mempunyai kearifan lokal dengan menanam beberapa komoditas dengan memperrimbangkan dapat dipanen harian, mingguan, bulanan dan tahunan.

Komoditas yang dipanen harian salah satunya sayur, untuk panen mingguan pisang, panen bulanan dengan jagung serta tahunan type jengkol, petai serta durian. “Awal tahun ini hasil panen tanaman jagung yang dihandalkan untuk waktu empat bulan sekali tidak berhasil, untungnya kami miliki tanaman pisang,” papar Yatimin.

Harga pisang yang masih tetap konstan, didukung oleh tempat pertanian yang dekat dengan Pelabuhan Bakauheni. Sehari-hari, sesudah proses pemanenan truk ekspedisi akan langsung mengangkat pisang ke pengepul di Banten serta Jakarta. Pisang banyak disukai, terpenting mendekati hari raya keagamaan, dan waktu penduduk membuat hajatan. Keinginan yang tinggi, membuat Ia dapat memercayakan dari hasil tanaman pisang.