Iklan Terkini

Mencapai Sukses Internet Marketing Berkat Artikel ...

Petani Mengadakan Syukuran

Presiden Minta Petani

Diguyur Hujan, Lahan Jagung di Sikka Mulai Menghijau

  • February 05, 2019
  • firman

Intensitas hujan turun terus-terusan sehari-hari bahkan juga dua hari sekali di Kabupaten Sikka membuat beberapa ratus hektar tempat jagung di Kecamatan Kangae yang layu sudah subur kembali. Salah satunya ada juga jagung yang berbunga serta keluarkan tongkol.

“Lahan jagung saya akhir Februari bisa panen. Sekarang ini tempat tengah dibikin bersih dari rumput serta satu dua hari ke depan kami mulai menanam kacang hijau dengan system tumpang sari,” ucap Kristina Nona, salah seseorang petani jagung Desa Langir Kecamatan Kangae, Senin (4/2/2019).
Kristina Nona, salah seseorang petani jagung di Desa Langir Kecamatan Kangae kabupaten Sikka. – Photo: Ebed de Rosary

Disebutkan Kristina, pihaknya cuma ambil beberapa batang jagung muda saja untuk dikonsumsi. Dia menyebutkan lebih memerlukan jagung tua untuk dikonsumsi serta digabung dengan beras.

“Makanya kami menanam kacang hijau supaya akhirnya untuk di jual serta dibelikan beras. Rata-rata petani di Kangae semua menanam kacang hijau waktu jagung telah berbunga atau menanam kacang tanah,” ucapnya.

Kristina mengakui menanam jagung lebih awal memakai benih lokal hasil panen tahun awal mulanya. Umumnya sesudah panen pihaknya akan menyortir bibit benih jagung yang berkualitas untuk jadikan benih.

“Terkadang pemerintah membagi benih jagung hibrida atau jagung komposit. Terkadang ada juga pertolongan benih kacang hijau pun, tapi pihaknya lebih pilih menanam jagung lokal karena lebih bertahan lama disimpan di lumbung,” katanya.

Jagung yang disimpan di lumbung jelas Kristina, umumnya yalla shoot  dengan kulitnya supaya lebih bertahan lama. Ada banyak petani di desa Langir yang menanam jagung 2x satu tahun karena ada dua sumur serta pompa air pertolongan pemerintah.

John F, kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kangae mengatakan, produksi jagung untuk musim tanam 2018-2019 diprediksikan bertambah mengingat intensitas hujan saat dua minggu paling akhir relatif konstan bahkan juga lumayan besar sehari-hari bahkan juga dua hari sekali.

“Petugas penyuluh pertanian juga telah minta petani supaya mulai menyiang rumput hingga minggu ke-2 Februari bisa ditanami kacang hijau. Pemerintah menolong benih jagung komposit sekitar 17,5 ton tahun ini,” katanya.

Jika keadaan curah hujan masih konstan sampai akhir Februari, jelas John, jadi tujuan produksi jagung sebesar 7 ribu ton dapat terwujud. Perihal ini mengingat luas tempat jagung di Kecamatan Kangae sebesar 700 hektar,” ucapnya.

Untuk Desa Habi serta Watuliwung, kata John, dua embung yang sampai kini kosong telah penuh terisi air. Dengan begitu jika cuaca panas, jadi air dari embung dapat dipakai untuk mengairi tempat kacang hijau.

“Kami tetap kemukakan pertolongan untuk pembuatan sumur bor supaya tempat pertanian dapat dipakai waktu musim kemarau. Jika tidak dapat menanam jagung minimum dapat dipakai untuk tanaman kacanag hijau serta sayur-sayuran,” katanya.

Baiknya jelas John, minimum tiap-tiap desa mempunyai 20 sumur bor sehinggga produksi jagung dapat bertambah. Sekarang ini dari sembilan desa, semasing desa cuma mempunyai dua sampai tiga sumur bor saja.

“Desa Langir serta Habu menjadi sentral produksi jagung harusnya mempunyai banyak sumur bor. Ditambah lagi sekarang ini curah hujan tidak menentu serta panas yang berkelanjutan membuat hasil produksi jagung di Kangae sebagai sentral produksi jagung di Kabupaten Sikka juga tidak konstan,” ujarnya.