Bagaimana Memilih Asuransi Lansia Terbaik

  • November 29, 2018
  • asuransiku

Menurut beberapa pengamat di Indonesia, salah satu sebab perusahaan swasta belum terlalu melirik asuransi kesehatan pada segmen lansia sebagai sumber pendapatan premi adalah di sebabkan oleh risiko pertanggungan atas klaim yang akanterjadi nantinya. Maklum saja, sebabusia lansia memiliki risiko pertanggungan lebih tinggijika terdapat perhitungan secara underwriting di bandingkan dengan asuransi pada umumnya. Oleh karena itu, terdapat seleksi risiko dan penetapan premi yang lebih tinggi.

Proteksi yang Dibutuhkan Lansia

Lantas, proteksi apa yang cocok untuk lansia dan bagaimana perusahaan Asuransi menjawabnya? Beberapa pihak perusahaan bni life yang menyediakan asuransi kesehatan pada segmen lansia menjelaskan bahwa terdapat berbagai kebutuhan yang khusus ditemukan pada segmen lansia terkait dengan proteksi. Simak paparannya pada ulasan berikut ini.

1.    Proteksi Aset

Dengan asumsi segmen ini telah memasuki usia pensiun, maka diasumsikan ada penurunan dari sisi produktivitas dalam bekerja dan penurunan pendapatan. Maka ada kebutuhan untuk dapat memproteksi aset yang telah dikumpulkan selama masa produktif agar nilainya tidak berkurang karena tergerus inflasi. Dalam kaitan ini, beberapa pihak penyedia asuransi jiwa lansia mengatakan bahwa asuransi yang cocok adalah produk yang memproteksi aset secara konservatif dengan fitur capital protected, dimana nilai pokok investasi nasabah akan terlindungi hingga akhir masa perlindungan asuransinya berakhir. Pihak penyedia asuransi segmen lansia menjadikan target pasar kedua yang dibidik oleh perusahaan tersebut, setelah segmen utama yakni keluarga muda. Segmen lansia yang mapan memiliki kebutuhan untuk perlindungan aset. Segmen ini biasanya juga telah memiliki pengetahuan yang cukup tentang asuransi dan memiliki banyak pengalaman membeli asuransi.Banyak dari nasabah lansia telah bergabung sejak usianya 40 tahun.

2.    Proteksi Kesehatan

Seiring bertambahnya usia, risiko dari sisi kesehatan juga akan semakin meningkat. Oleh karena itu, kebutuhan terhadap asuransi rawat jalan, rawat inap, dan penyakit kritis mutlak diperlukan untuk terus memastikan ketersediaan biaya perawatan. Inflasi biaya medis di Indonesia yang berkisar 12% sampai 15% menunjukkan bahwa biaya perawatan dan pengobatan akan semakin meningkat pada masa depan mendatang, terutama pada jaminan kesehatan pemerintah saat cek saldo BPJS ketika dibutuhkan nantinya. Kondisi kesehatan lansia menjadi tantangan untuk perusahaan asuransi itu sendiri. Pihak persusahaan menyebutkan bahwa pasar Indonesia itu memangunik.Sebab, ketika masih muda dan sehat, banyak konsumen yang menunda pembelian asuransi. Sebaliknya, mereka akan mencari asuransi ketika mulai sakit dan memerlukan asuransi untuk mendukung biaya pengobatan. Karena idealnya, membeli asuransi akan lebih bagus jika di lakukan ketika kondisi kesehatan sedang baik. Inilah merupakan tantangan utamanya.

Cara Kerjsa Perusahaan Penyedia Asuransi Lansia

Untuk memenuhi kebutuhan segmen lansia, pihak penyedia asuransi kesehatan pada segmen lansia akan mengakomodirnya melalui produk asuransi kesehatan perorangan. Umumnya, manfaat yang di berikanakan lebih fokus pada pertanggungan rawat inap. Usia masuk peserta sampai dengan 60 tahun untuk Smartcare Executive dan 80 tahun untuk International Exclusive. Tak hanya itu saja, tidak sedikit pula perusahaan asuransi lansia yang mengunggullkan C1100, produk asuransi kesehatan yang memberikan perlindungan tehadap 100 kondisi penyakit kritis hingga usia 100 tahun. Jaga kesehatan yuk, agar menua tanpa was-was.