sektor pertanian pada triwulan III

  • November 05, 2018
  • firman

Kementerian Pertanian mengatakan perubahan bagian pertanian pada triwulan III tidak lepas dari meningkatnya ekspor pertanian, penting komoditas hortikultura. Kementan melalui Ditjen Hortikultura mengincar ekspor tahun 2018 untuk komoditas-komoditas hortikultura sampai Rp 2,23 miliar. Produk hortikultura yang disenangi pasar luar negeri, salah satunya tanaman hias, manggis, salak, dan bawang merah.

Menteri Pertanian Andi Amran mengungkapkan bila ekspor pertanian perlu digiatkan dengan arah untuk mengamati perubahan ekonomi bangsa, juga sekaligus naikkan kesejahteraan masyarakat. Menurut Amran, kemampuan pertanian Indonesia besar sekali untuk mempersiapkan pangan untuk penuhi kepentingan pangan dunia.

"(Penggiatan ekspor) ini adalah perintah Bapak Presiden. Negara kita atau perubahan ekonomi bisa bangun karena dua tentang, yaitu ekspor dan investasi. Ke depan, dua hal ini kita dorong tetap," tutur Amran dalam informasi terdaftar, Senin (5/11/2018).

Baca juga: Kementan Raih Penghargaan Pengelola Keterbukaan Informasi Publik

Di peluang terpisah, Sekretaris Jenderal Kementan Syukur Iwantoro menjelaskan pihaknya memproyeksi adanya menambahkan nilai ekspor tahun ini sampai 24 persen. Ekspor tahun ini diperkirakan sampai Rp 499,30 triliun. "Sampai bulan September 2018, nilai ekspor pertanian sudah tiba Rp 330 triliun," tuturnya.

Menambahkan ekspor dibagian pertanian turut salah satunya karena oleh beberapa pengusaha di Tanah Air yang mulai kerjakan ekspor, penting di bagian hortikultura.

"Saat ini banyak sekali beberapa pengusaha yang dulunya bukan exportir berlomba-lomba sekarang ini jadi exportir pertanian, penting di bagian hortikultura makin bertambah sekali," lebih Syukur.

Baca juga: Bahas Pertemuan Sawit, Menperin Merapat ke Kantor Darmin

Sekejap berdasarkan pada data BPS, bagian pertanian turut tv online  bertindak positif pada perubahan itu. Perubahan bagian pertanian, kehutanan, dan perikanan sampai 3,62 persen di banding tahun pada awalnya (year on year). Sekejap bila di banding triwulan pada awalnya, perubahan bagian ini sampai 3,18 persen.

Subsektor hortikultura mencatat perubahan tertinggi, yaitu sebesar 7,85 persen (year on year). Sekejap bila di banding triwulan pada awalnya, subsektor mencatat perubahan sebesar 0,86 persen. Peningkatkan ekspor diindikasikan turut menggerakkan kemampuan positif subsektor hortikultura.

"Meningkatnya kemauan luar negeri berpengaruh positif pada perubahan tanaman hortikultura," tutur Kepala BPS Suhariyanto dalam informasi terdaftar dari Kementan, Senin (5/11/2018).

Dari data yang sama subsektor peternakan turut ikut bertindak pada perubahan positif bagian pertanian. Di banding tahun pada awalnya, peternakan tumbuh sebesar 5,12 persen. Peranan peternakan ditenggarai karena meningkatnya kemauan hewan kurban pada hari raya Idul Adha.

"Seperti kita ketahui pada triwulan III ada momen Idul Adha," papar Suhariyanto.

Pertanian turut ikut lakukan tindakan dalam perubahan positif bagian industri pemrosesan untuk makanan dan minuman. Industri pemrosesan tumbuh sebesar 4,33 persen, sekejap subsektor industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 8,10 persen (year on year) dan 3,45 persen (quarter to quarter).

Perubahan positif ini didorong oleh menambahkan produksi minyak sawit metah atau crude palm oil (CPO).