Iklan Terkini

Penjualan Hasil Tani Menggunakanan Smartphone Idam ...

Jual Cabe Pelangi Murah 082133374742

Hutomo Mandala

Ratusan Hektare Tanaman Padi di Jombang Rusak

  • March 08, 2018
  • rifan

Ratusan hektare tanaman padi petani di Kabupaten Jombang, Jawa Timur terancam gagal panen akibat cuaca buruk. Padi yang sudah memasuki masa berbuah tiba-tiba roboh dan terendam air sehingga tidak dapat berbuah maksimal. Jika terpaksa harus dipanen dini, petani memastikan akan merugi.

Para petani mengaku syok karena usia padi tersebut sebenarnya sudah memasuki masa berbuah dan petani juga sudah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Dengan kondisi seperti ini, bulir atau buah padi jelas tidak bisa tumbuh maksimal sehingga hasil panennya dipastikan akan merosot
Harga Hp Oppo.

Nur Rohmat, salah seorang petani Jombang berharap pemerintah segera turun tangan untuk membantu menyelamatkan tanaman padi petani tersebut.Pada 2020, komoditas yang ditargetkan mencapai swasembada adalah kedelai, tahun 2024 gula industri, tahun 2026 daging sapi, dan pada 2045 diharapkan Indonesia sudah menjadi lumbung pangan dunia. Jadi rujukan Suksesnya Indonesia melakukan swasembada pangan, khususnya beras, membuat negara-negara lain terpincut untuk belajar dari kesuksesan Indonesia tersebut.

Menurut Mentan Amran Sulaiman, paling tidak ada tiga negara yaitu Malaysia, Jerman, dan Taiwan, yang ingin mempelajari jurus jitu Indonesia dalam meningkatkan produksi padi secara cepat setelah dilanda el-nino dan la-nina. "Mereka apresiasi Indonesia bisa swasembada beras dan kami terharu karena mereka ingin belajar dari Indonesia. Mereka bertanya kenapa Harga Hp LG Indonesia produksinya secepat itu," ujar Amran di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah Senin (11/4/2017). Amran pun membuka rahasia kesuksesan Indonesia dalam hal swasembada beras. Salah satu faktor tersebut karena besarnya peran penyuluh pertanian lapangan (PPL). Sebab, PPL memberikan pembinaan dan informasi kepada para petani bagaimana cara meningkatkan produksi.

Selain itu, PPL juga memberikan informasi terkait teknologi pertanian terbaru dan cara menggunakannya. "Kami sampaikan yang bekerja adalah rakyat indonesia, mulai kepala desa, bupati dan PPL juga," katanya.