Sektor Pertanian dan Citra Indonesia di Mata Dunia

  • March 08, 2018
  • rifan

Pertanian merupakan roda penggerak ekonomi nasional. Selain bertujuan memenuhi hajat hidup masyarakat, sektor itu juga berguna untuk mendongrak citra Indonesia di mata dunia. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pada triwulan II 2017, sektor pertanian terus memberi kontribusi positif untuk perekonomian Indonesia. Menurut BPS, terlihat bahwa besaran produk domestik bruto (PDB) Indonesia mencapai Rp 3.366,8 triliun. Jika dilihat dari sisi produksi, pertanian merupakan sektor kedua paling berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, setelah industri pengolahan. Posisi sektor pertanian masih di atas sektor lainnya, seperti perdagangan maupun konstruksi.

Geliat sektor pertanian itu membuat ekonomi Indonesia pun kian kompetitif di dunia internasional. Kepala BPS Suhariyanto menyebutkan, pencapaian pertumbuhan ekonomi kali ini relatif baik. “Kita hanya di bawah China dengan pertumbuhan 6,9 persen. Dengan kondisi ketidakpastian ekonomi global dan Harga Hp Nokia penurunan harga komoditas, hasil Indonesia cukup bagus,” ucap Suhariyanto, di Jakarta

Bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, sektor pertanian menjadi sektor yang memiliki pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar 8,44 persen. Peningkatan ini diperoleh dari naiknya produksi sejumlah komoditas tanaman perkebunan seperti kopi dan tebu serta dari hortikultura. Bergairahnya sektor pertanian menjadi angin segar bagi pemerintah untuk mendongrak kondisi ekonomi makro tanah air. Dalam Forum Merdeka Barat 9, Jumat (8/9/2017), Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, pemerintah tengah berjuang untuk mengatasi kemiskinan dan angka pengangguran terbuka. Berdasarkan data Kementerian PPN/ Bappenas per Maret 2017, tingkat pengangguran terbuka 5,4 persen dan ditargetkan turun pada 2018 menjadi 5,0-5,3 persen. Adapun angka kemiskinan per Maret 2017 adalah 10, 64 persen dan ditargetkan turun menjadi 10 persen tahun depan. “Kesejahteraan terus meningkat namun masih ada persoalan bagi penduduk miskin. Negara berupaya mengeluarkan masyarakat dari kondisi kemiskinan ekstrem,” tegasnya.

Terkait geliat di sektor pertanian, kondisi itu tak lepas dari berbagai program pemerintah guna mewujudkan swasembada sejumlah komoditas pertanian strategi. Seperti diketahui, pemerintah telah mencanangkan visi Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia pada 2045. "Untuk beras, bawang merah, dan cabai, Indonesia sudah tidak impor sejak tahun lalu. Untuk jagung, hingga saat ini Harga iPhone Apple kami belum keluarkan rekomendasi impor. Bahkan, bawang merah, kami balikkan keadaan dengan mengekspor ke Thailand dan direncanakan juga untuk beberapa negara Asia Tenggara," papar Menteri Pertanian Amran Sulaiman seusai mengadakan rapat Rembuk Nasional 2017, Selasa (22/8/2017) lalu. Berdasarkan peta jalan lumbung pangan dunia, tahun ini Kementerian Pertanian menargetkan swasembada jagung, dilanjutkan tahun 2019 swasembada bawang putih dan gula konsumsi. Tak berhenti di sana, pemerintah Indonesia juga terus berupaya mencapai swasembada untuk komoditas lainnya.