Iklan Terkini

Penjualan Hasil Tani Menggunakanan Smartphone Idam ...

Jual Cabe Pelangi Murah 082133374742

Hutomo Mandala

Harga Gabah Panen Kering Petani Bali Naik 2 Persen yalla shoot

  • February 04, 2018
  • Nicken

 Harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani di Bali sebesar Rp4. 639, 46 per kg sepanjang Januari 2018, bertambah Rp90, 83 atau dua % dari harga pada bln. terlebih dulu sebesar Rp4. 548, 63/kg.

" Demikian juga, harga gabah kering panen di tingkat penggilingan naik sebesar Rp87, 45/kg atau 1, 89 % dari Rp4. 623, 83 jadi Rp4. 711, 28/kg, " kata Kepala Tubuh Pusat Statistik (BPS) Propinsi Bali Adi Nugroho di Denpasar, Minggu (4/2/2018).

Ia menyebutkan kalau kenaikan harga gabah di tingkat petani serta penggilingan itu mengakibatkan harga tambah lebih tinggi dari pada harga patokan pemerintah (HPP) yang berlaku untuk tingkat petani sebesar Rp3. 700, 00/kg serta tingkat penggilingan Rp3. 750, 00/kg.

Harga gabah di tingkat petani serta penggilingan itu adalah hasil pemantauan harga gabah di tujuh kabupaten di Bali mencakup Kabupaten Jembrana, Tabanan, Badung, Gianyar, Klungkung, Karangasem, serta Buleleng.

Adi Nugroho memberikan kalau subsektor tanaman pangan yang mencakup padi serta palawija dengan subsektor perikanan alami penaikan dari lima subsektor yang memastikan pembentukan nilai ganti petani (NTP) yang dapat ketahui tingkat kekuatan serta daya beli petani di perdesaan.

Diluar itu juga tunjukkan daya ganti dari product pertanian pada barang serta jasa yang begitu dibutuhkan petani dalam penuhi mengkonsumsi rumah tangga.

NTP subsektor tanaman pangan pada bln. Januari 2018 sebesar 100, 45 %, naik 2, 24 % ddari NTP pada bln. terlebih dulu (Desember 2017) yang terdaftar 98, 24 %.

Dengan hal tersebut, awal 2018 indeks nilai ganti petani tanaman pangan dapat melalui nilai 100. " Hal tersebut bermakna nilai ganti berdasar hasil produksi tanaman pangan yang dibuat lebih tinggi dari pada cost produksi serta pengeluaran mengkonsumsi rumah tangga petani, " tutur Adi Nugroho.

Disamping itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan, serta Hortikultura Propinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana, dalam peluang terpisah menerangkan kalau pihaknya membidik tingkatkan luas tanam padi yang diinginkan juga akan berperan untuk tingkatkan produksi beras di Pulau Dewata.

Ida Bagus Wisnuardhana mengatakan realisasi luas tanaman padi di Bali pada 2017 menjangkau 139. 871 hektare. Ia mengharapkan th. ini bisa bertambah jadi 146. 501 hektare dengan tujuan dapat menghasilkan yalla shoot sejumlah 842. 122 ton gabah kering giling atau sama dengan 505. 273 ton beras.

Dari sembilan kabupaten/kota di Pulau Dewata, kata dia, tujuan produksi padi yang paling besar tertumpu di Kabupaten Tabanan, yaitu 197. 539 ton gabah kering giling. Daerah ini sampai kini populer jadi Lumbung Beras-nya Bali.

Wisnuardhana juga mengatakan tujuan produksi padi di delapan kabupaten/kota yang lain, yaitu Jembrana, (59. 079 ton), Badung (112. 599 ton), Gianyar (188. 243 ton), Klungkung (33. 370 ton), Bangli (30. 484 ton), Karangasem (69. 611 ton), Buleleng (123. 949 ton), serta Denpasar (27. 246 ton).

Tujuan produksi gabah itu sesuai dengan potensi serta kekuatan petani ataupun ketersediaan lahan di semasing daerah, katanya.