Hasil Panen Musim Tanam I di DIY Tidak Menggembirakan

  • January 12, 2018
  • rudianas

 Beberapa grup tani mengakui harus tutup Masa Tanam Pertama (MT I) dengan hasil yg tidak maksimal. Hal tersebut dikatakan sebagai satu diantara penyebabnya tingginya harga beras di market.

Ketua Paduan Grup Tani (Gapoktan) Jati Makmur Lendah Kulonprogo, Tukiyana menyebutkan bila panen untuk MT I sudah usai dikerjakan sekian waktu lalu. Tetapi, banjir yang berlangsung pada akhir November 2017 lantas buat banyak tanaman yang rusak hingga tidak berhasil panen.

“Untuk Wahyuharjo saja, tempat yang puso itu ada sekitaran 15-20 hektare, ” kata Tukiyana waktu dihubungi Solopos. com, Rabu (10/1/2018).

Tukiyana mengungkap, padi yang selamat juga tidak maksimal akhirnya waktu dipanen. Produktivitasnya alami penurunan sampai 30 %, yaitu dari yang umumnya dapat menjangkau 6, 5-6, 6 ton per hektare jadi cuma sekitaran 4, 5 ton per hektare.

Kwalitas gabah juga tidak seperti yang diinginkan. Hal dikarenakan masa penyerbukan yang tergangu karna berlangsung waktu padi masih tetap terendam genangan air. Menurut Tukiyana, keadaan tersebut yang lalu menyebabkan kenaikan harga beras karna stock memanglah terbatas.

Tukiyana lantas menyebutkan, sekarang ini anggotanya tengah bersiap mulai MT II. Dengan hal tersebut, masa panen selanjutnya termasuk masih tetap lama, yaitu April yang akan datang. Di bagian beda, dia juga tidak percaya akhirnya juga akan paling tidak menyamakan capaian normal MT I.

“Harapan besarnya jadi yang tempo hari itu MT I karna bila MT II umumnya tidak tambah baik di banding MT I, ” tutur dia.

Ketua Grup Tani Ngudi Rukun Pengasih Kulonprogo, Wagiran juga harga tablet advan menyebutkan belumlah ada potensi panen padi kurun waktu dekat. Beberapa petani di kelompoknya baru mulai MT II pada akhir Desember kemarin. “Sekarang umurnya baru sekitaran 20 hari. Panennya masih tetap besok Maret atau April, ” ucap Wagiran.

Keadaan berlainan berlangsung di lokasi Sanden, Bantul. Ketua Grup Tani Ngudi Makmur DK II Srigading, Joko Suyono menyebutkan, masa panen untuk MT I baru diawali Januari ini.

Tetapi cuma sedikit petani yang telah mengerjakannya, sedang panen raya atau panen serentak juga akan berjalan pada Februari yang akan datang.

Tempat pertanian seluas keseluruhan 22 hektare punya beberapa anggota Grup Tani Ngudi Makmur DK II Srigading sempat juga terendam banjir pada awal masa tanam. Tetapi, tanaman padi tidak alami problem bermakna karna genangan air cepat surut. “Hasil panen itu umumnya dapat sampai 8 ton per hektare, ” ungkap Joko.