Iklan Terkini

Budidaya Melon Agar Tumbuh Subur

Cara dan doa agar tanaman

Petani Muslim Jika Ingin Panen Hasil

Lelang Konservasi Untuk Para Petani dari Rejoso

  • December 07, 2017
  • rudianas

 Pergerakan Rejoso Kita menginisiasi aktivitas lelang konservasi untuk beberapa petani yang tinggal yang tinggal di klaster hulu (upper-stream) serta klaster tengah (middle-stream) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Rejoso, Pasuruan, Jawa Timur.

Lelang konservasi adalah satu diantara mekanisme yang diperkenalkan oleh Pergerakan Rejoso Kita dalam skema pembayaran jasa lingkungan (payment for ecosystem services) pada orang-orang manfaat pilih petani ataupun grup petani yang juga akan berperan serta dalam aktivitas konservasi berbasiskan kemampuan.

Dr. Beria Leimona, dari The World Agroforestry Centre (ICRAF) dan sebagai Fasilitator Paling utama LelangKonservasi menyebutkan, lelang konservasi ini dikerjakan supaya skema pembayaran jasa lingkungan ini bisa dikerjakan dengan efisien serta efektif dengan memerhatikan kesediaan petani untuk terima kontrak konservasi (willingness to accept) serta sekalian memerlihatkan prinsip untuk membayar (willingness to pay) dari pemanfaat jasa lingkungan di DAS Rejoso yang diwakili oleh Pergerakan Rejoso Kita.

" Petani atau grup tani yang menang dalam sistem lelang ini setelah itu menginginkan menggerakkan skema pembayaran jasa lingkungan yang di tawarkan oleh Pergerakan Rejoso Kita. Dengan periodik, sepanjang setahun kedepan Pergerakan Rejoso Kita juga akan lakukan pemantauan, berkaitan proses aktivitas di lapangan. ” katanya dalam tayangan persnya.

Proses lelang dibagi dalam 2 klaster yakni klaster hulu serta klaster tengah, yang semasing memiliki pembayaran imbal jasa lingkungan sendiri. Di klaster hulu, skema imbal jasa lingkungan lebih diarahkan pada pengayaan tanaman kayu (cemara) di tempat pertanian, penambahan laju infiltrasi tempat, serta pengurangan sedimentasi

Sesaat di klaster tengah lebih diarahkan pada pengayaan tanaman the body shop di tempat dengan product bernilai ekonomi tinggi, perbaikan pengelolaan kebun serta penambahan laju infiltrasi tempat, dan pengukuran karbon stock di tempat jadi langkah selanjutnya.

Sedang aktivitas lelang di klaster hulu dipusatkan di Desa Wonokitri dengan melibatkan 3 desa, yakni Wonokitri, Sadaeng serta Keduwung Atas serta nyaris 100 petani jadi peserta lelang. Sesaat di klaster tengah dipusatkan di Desa Pasrepan dengan melibatkan 5 desa, yakni Galih, Petung, Tempuran, Ampelsari, Keduwung Bawah, serta lebih dari 100 petani. Hal tersebut tunjukkan ketertarikan petani dalam ikuti aktivitas lelang konservasi ini, baik di daerah hulu ataupun tengah DAS Rejoso.

Sesungguhnya beberapa petani sudah memiliki hasrat bercocok tanam ramah lingkungan, tetapi mereka belum juga mengerti rencana serta teknisnya, selain itu tak ada insentif untuk beberapa petani yang mempraktikkan alur pertanian ramah lingkungan itu. “Melalui sistem lelang konservasi ini, bisa jadikan fasilitas serta media evaluasi untuk petani supaya lebih memahami mengenai pertanian yang ramah lingkungan, ” lebih Leimona.

Peserta lelang dan petani dari Desa Keduwung Atas, Suraji menyebutkan, lewat aktivitas konservasi ini diinginkan dapat memberi pengetahuan mengenai konservasi untuk kami beberapa petani agardapat kurangi laju erosi serta terlepas dari bencana tanah longsor. Kami juga mengharapkan orang-orang di hilir juga memperoleh faedah dari konservasi yang kami kerjakan di hulu.

Fajar Kurniawan dari YSII (Yayasan Social Investment Indonesia) menyebutkan, skema lelang ini diinginkan dapat juga menumbuhkan kesadaran serta prinsip dari semua pemangku kebutuhan yang ada untuk lebih perduli pada usaha perlindungan serta pelestarian DAS Rejoso.

" Karna memanglah sekarang ini DAS Rejoso memerlukan perhatian lebih karna tingginya tingkat ancaman juga akan kelestariannya di masa depan. DAS Rejoso sangat vital keberadaannya karna ada juta-an orang-orang yang menggantungkan hidupnya dari supply air yang disediakannya. ” katanya.

Satu diantara Pegiat Pergerakan Rejoso Kita dan External Relations Senior Manager Danone Indonesia, Budi Hartono memberikan jadi satu diantara perusahaan yang aktif dalam usaha konservasi, Danone AQUA lihat lelang konservasi ini juga akan jadi cara inovatif serta terjamin tingkat kelestariannya.

" Diinginkan nantinya beberapa petani di selama DAS Rejoso bisa mempunyai pengetahuan mengenai pertanianyang ramah lingkungan hingga bisa pelihara serta memakai ekosistem DAS dengan berkepanjangan. ” tuturnya.